Pengikut

Minggu, 12 April 2015

Sahabatku yang Kuat


Hai sobat ini cerita tentang sahabatku, sahabat yang kini sudah bahagia disisi-Nya. Maaf aku tidak menyebutkan namanya, yang terpenting dia adalah sahabatku sejak aku berada di sekolah menengah pertama, dia sahabatku yang kuat, kuat menghadapi penyakitnya. Dia menderita asma selama hidupnya. Itu didiagnosa ketika dia masih kecil, lebih kecil dari seorang bayi. Dia hanya bisa bertahan diumur 16 tahun(1994-2010). Mengenang kembali ke masa silam yang buruk. Dia benar-benar memuji kemajuan yang telah dicapai dalam pengobatan asmanya, yang ku pikir dia akan bertahan hidup lebih lama. Dia biasanya harus menelan serbuk putih berasa buruk yang membuatnya merasa sakit selama beberapa jam. Dia meminum pil yang membuatnya bergetar. Pompaan aspaxadrine, yang dia gunakan secara harian, akan mengembalikan berbagai ingatan asmatis selama hidupnya. Peralatan itu lebih menyerupai peralatan kompleks yang terbuat dari kaca dan karet. Dia masukkan sebuah larutan kedalamnya dan memeras pegangan karet untuk membuat uap. Lagi, larutan ini benar-benar alat yang membuat dia gemeteran. Ketika benar-benar sakit, dia harus menjalani pengobatan panjang menggunakan steroid. Dia harus menjalani pengobatan itu selama sekitar delapan tahun dan untungnya dia tidak banyak menderita efek samping. Dia menjadi kurus dan mudah memar waktu memasuki kelas 3 SMP (2008), yang kata dokternya adalah akibat dari jumlah steroid yang harus dia konsumsi.
                Dia adalah salah satu dari kebanyakan anak-anak yang sakit yang biasanya digambarkan dalam cerita fiksi sebagai peliharaan guru. Faktanya, dia nyaris tahu setiap guru karena dia harus tinggal ditempat tidur selama satu bulan kalau kambuh, ditahan oleh bantal dan nafas yang tidak konstan dengan bunyi menciut. Dia melewatkan banyak hari-hari sekolah. Untuk memperoleh pengetahuan umum yang bagus dia harus berjuang keras agar tidak tertinggal dikelasku dan dia karena selama SMP aku dan dia selalu satu kelas dan tempat duduk ku dan dia selalu berdekatan pasti depan belakang. Dia adalah anak dengan keinginan yang kuat dan dia berhasil meraih ijasah SMP, walaupun hari terakhir UAN dia harus terbaring lagi ditempat tidur dirumah sakit yang biasa dia tempati.
                Teman-teman sekolahku mengingat dia sebagai teman kelas yang tidak pernah ada dikelas dan dia sangat mengingat teman-temannya yang harus berdoa untuk kesembuhannya selama masa-masa dia tidak sehat. dia berkumpul dengan orang tuanya yang diberitahu oleh dokter bahwa dia beruntung kalau bisa hidup hingga masa dewasa.
                Sebagian besar kenangan awal hidupnya diwarnai oleh asma yang kronis. Dengan melihat kebelakang, dia menyadari betapa berat bagi orang tuanya dan juga keluarganya yang lain. Penyakitnya tentu membatasi aktivitas keluarganya. Bila kakek dan neneknya tidak bisa menjaganya, salah seorang dari orang tua nya harus menjaganya, sementara orang tua nya satunya pergi keluar untuk bekerja, karena dikeluarganya dia adalah anak satu-satunya, dia tidak mempunyai saudara kandung.
                Seminggu sebelum kepergiannya dia sempat mengajak ku main band seperti biasa tetapi aku menolak karena waktu itu aku sedang tidak enak badan. Dan saat dia pergi untuk selamanya aku diberi tahu oleh temanku yang menjadi kekasih dari teman ku itu. Dia meninggal jm 21.00 dimalam kamis, aku sama sekali tidak bisa langsung kesana sedangkan aku dirumah sendiri dan rumahnya lumayan jauh, kalau aku kesana malam itu juga dipastikan aku sama sekali tidak berani, posisinya aku masih kelas 1 smk dan apa kata tetangga kalau jam segitu aku pergi malam-malam. Dan aku datang sepulang sekolah dan aku sama sekali tidak bisa melihat dia untuk yang terakhir kalinya. Dia telah dikebumikan malam itu juga.
                Dia adalah sahabatku yang kuat, dia selalu semangat dalam hidupnya. Dia tidak pernah hanya bermalas-malasan diatas kasur, dia selalu aktif disekolah dan diluar sekolah. Sering kali aku bertengkar dengan dia karena dia sering keras kepala, dia merokok itu yang selalu membuat aku marah. Dia sering kali setelah merokok nafasnya mulai menciut dan batuk tapi masih saja melakukan hal bodoh itu. Bahkan badannya terlihat lebih kurus jika dia habis dari rumah sakit, sampai ayahnya memberikan dia bir hitam agar badannya terlihat agak gemukan.
Sahabatku yang kuat, selamat jalan, semoga kau selalu bahagia disisi-Nya. Amin

@luckywahyono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar